Hari Ibu

Ruang-ruang kosong itu kunamakan kesunyian tatkala jauh dari yang kusebut rumah
Tempat di mana aku akan kembali memeluk guratan kerinduan dari sosok penuh dengan kasih sayang

Ibu,
Ciptaan Tuhan nan mulia
Daripadanya tumbuh benih-benih kebahagiaan yang tak pernah bisa diukur dengan apapun
Kasih sayangnya yang tiada tara mengalir deras hingga titik darah penghabisan

Ibu,
Tempatku berpulang dan berlindung ketika lara hati yang kusimpan sendiri sudah tak kuat bertahan lagi

Kutangisi diamku sendiri
Mengecap luka
Ibu hadir menumbuhkan rindu
Menciptakan hawa yang begitu ikhlasnya

Ternyata sudah genap dua belas hari
Jauh dari segalanya tentang Ibu
Pelukan hangat, usapan tangan, masakan lezat dan segala hal yang membuat bahagia

"Nak, kelak kau akan dapatkan apapun yang diinginkan jika sabar selalu ada di genggamanmu."
Begitulah pesan Ibu kepadaku

Namun aku terlalu sombong
Aku bersikeras kuat sendiri
Dan berpikir aku tak butuh Ibu

Seiring berjalannya waktu, baru terasa
Aku hampa
Menantang dunia seorang diri hanyalah sekedar wacana yang kini membawaku ke jurang ketamakan

Maafkan aku, Bu
Bahkan akupun tahu, maafku takkan berarti apa-apa
Ibu hanya membalasnya dengan usapan tangan lembut yang dimilikinya

Di balik usapan lembut tangannya adalah penyembuh paling ampuh
Tak pernah ada sedikitpun kebencian di setiap celahnya
Beliau mengusap kepalaku dengan begitu lembutnya
Hingga rasanya sampai ke hati
Aku rindu Ibu..

Dari,
Putrimu yang paling keras kepala

PS:
Selamat Hari Ibu, 22 Desember 2014
Bagiku setiap hari adalah harimu
I Love You, Mom! :* :')

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Cinta Untuk Aam

Apa Pedulimu?

Apa Kamu (Masih) Merindukanku?