Hampa

Genap sepekan
Di kala hujan sudah turun entah berapa kali
Sepasang mata yang teramat kurindukan
Ia pergi untuk kembali

Raut wajah yang menenangkan
Bahu yang nyaman untuk disandari
Kian hari memikat hati

Aku, tenang dibuatnya
Nyaman di dekatnya
Rela menunggu walaupun hanya bertegur sapa
Memandang sekilas lirik matanya

Hampa nyata rasanya
Ketika Ia tak kunjung tiba
Seolah sembunyi jadi senjata

Akankah Ia datang
Membawa jutaan harap dan rindu yang bergejolak
Yang nantinya kita lebur pada suatu pertemuan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Cinta Untuk Aam

Apa Pedulimu?

Apa Kamu (Masih) Merindukanku?