Cinta yang Bertumpu pada Kenyamanan

Sebagai manusia biasa, aku tak tahu akan kapan, dengan siapa, dan di mana kita akan jatuh cinta. Entah itu dengan orang yang kita kenal, baru dikenal, ataupun belum kita kenal sama sekali. Cinta itu aneh dan cenderung seenaknya sendiri. Hanya dengan beberapa alasan saja bisa menimbulkan cinta.  Bisa cinta abadi, sesaat, atau mungkin cinta paksaan saja. Rumit memang.

Cinta juga bisa bertumpu pada beberapa hal. Salah satunya adalah bertumpu pada suatu hal yang sering disebut "kenyamanan".

Untuk soal kenyamanan bisa relatif dari masing-masing orang yang menjalaninya. Nyaman yang bagaimana?
Bisa nyaman yang berujung pada rasa ingin memiliki,
Bisa nyaman yang hanya sesaat ataupun sementara saja,
Ataukah nyaman yang begitu hangat dirasa hingga menimbulkan rasa sayang, cinta, dan perhatian yang mungkin cenderung berlebihan.

Rasa nyaman terbangun karena adanya kebersamaan yang intens antara manusia yang satu dengan yang lainnya. 

Bagaimana jika nyaman datang bersamaan dengan rasa sayang, cinta, perhatian yang tinggi, serta timbulnya rasa ingin memiliki yang begitu menggebu?
Salahkah?

Di saat sedang bersamanya (orang yang membuat kita nyaman) kita merasa bahagia, senang, dan sejenak melupakan kesedihan, apakah bisa hal tersebut dianggap sebagai sayang? Atau mungkin cinta? Abadi ataukah sementara?

Semua tergantung pribadi masing-masing bagaimana menyikapi ini.
Semoga kelak kenyamanan yang abadi akan tiba tepat pada waktunya dan tepat pada siapa kelak kenyamanan itu bisa terjalin.
:)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Cinta Untuk Aam

Apa Pedulimu?

Apa Kamu (Masih) Merindukanku?