Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2014

Celetuk

Aku suka dengan sibuk Dengan segala pikiran berkecamuk Walau kadang ku terkantuk-kantuk Godaan menambah remuk Manusia mengamuk Masalah kian memburuk Mungkin ku hanya butuh peluk Atau sekedar kasur yang empuk Rindu yang kian merajuk Membuat hati tertusuk-tusuk Ijinkan doa-doa baik segera masuk Semoga mereka tak hanya celetuk

Dalam Pikiran

Hujan dan dingin tak ada kabar Senja menyendiri menunggu ajal Senja menggantung diri Malam semakin sepi Senja meninggal Malam mulai terpenggal Sunyi makin menjejal Dalam pikiran.

Remuk.

Matahari kian kemaruk Hujan lama-lama ambruk Senja dan malam saling tubruk Kabut-kabut mulai mengetuk Para istri datang merajuk Dimanakah ku bisa temukan kasur yang empuk? Jika dendam masih saja senang merasuk Remuk.