Telinga Baik
Kepada,
Telinga baik yang rela mendengar segala berisik dan isak yang kuperdengarkan.
Sejenak kusampaikan sejuta maaf dan beberapa rindu yang masih tersisa dalan dada.
Namamu yang begitu indahnya, kusebut perlahan melalui bias-bias langit dalam jiwa.
Namun,
Kini kau mulai bersemayam dalam ruang paling ujung.
Tertunduk lemas dan menua.
Apa kau masih kuat?
'Tuk sekedar mendengar keluhanku lagi dan lagi, walaupun mulutmu sudah tak kuat berucap iya.
Wahai semesta, terimakasih atas penciptaan ini.
Karenanya aku bersyukur..
@ALFR1DA
Komentar
Posting Komentar