Senja Yang Tak Tahu Diri

Ku terbangun dari tidur panjangku
Yang entah sudah berapa lama waktu kubiarkan berlalu begitu saja
Pergi jauh ditiup semesta

Matahari siang ini sudah meninggi
Meninggalkan jauh sang pagi yang dipeluknya erat subuh tadi
Tinggi semakin tinggi hingga sudah tak kelihatan lagi

Bulan perlahan mendekati matahari
Mengecup mesra setiap sudut bibir pujaan hatinya
Mesra..
Tersebutlah senja di kala itu

Pandangan sinis telah ku arahkan ke atas langit
Apa ini?
Hatiku perlahan bergejolak
Ada satu bagian yang terasa sakit begitu dalamnya
Nyeri

Ini rindu!
Rindu yang tak kunjung berbalas
Rindu yang teramat menyakitkan
Aku membenci rindu

Ah dasar memang kau senja yang tak tahu diri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Cinta Untuk Aam

Apa Pedulimu?

Apa Kamu (Masih) Merindukanku?