Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2014

Senja Yang Tak Tahu Diri

Ku terbangun dari tidur panjangku Yang entah sudah berapa lama waktu kubiarkan berlalu begitu saja Pergi jauh ditiup semesta Matahari siang ini sudah meninggi Meninggalkan jauh sang pagi yang dipeluknya erat subuh tadi Tinggi semakin tinggi hingga sudah tak kelihatan lagi Bulan perlahan mendekati matahari Mengecup mesra setiap sudut bibir pujaan hatinya Mesra.. Tersebutlah senja di kala itu Pandangan sinis telah ku arahkan ke atas langit Apa ini? Hatiku perlahan bergejolak Ada satu bagian yang terasa sakit begitu dalamnya Nyeri Ini rindu! Rindu yang tak kunjung berbalas Rindu yang teramat menyakitkan Aku membenci rindu Ah dasar memang kau senja yang tak tahu diri

Telinga Baik

Kepada, Telinga baik yang rela mendengar segala berisik dan isak yang kuperdengarkan. Sejenak kusampaikan sejuta maaf dan beberapa rindu yang masih tersisa dalan dada. Namamu yang begitu indahnya, kusebut perlahan melalui bias-bias langit dalam jiwa. Namun, Kini kau mulai bersemayam dalam ruang paling ujung. Tertunduk lemas dan menua. Apa kau masih kuat? 'Tuk sekedar mendengar keluhanku lagi dan lagi, walaupun mulutmu sudah tak kuat berucap iya. Wahai semesta, terimakasih atas penciptaan ini. Karenanya aku bersyukur.. @ALFR1DA