Entah Bagaimana Akhirnya Nanti..
Entah mau dari mana kisah ini berawal. Kisah yang sebenarnya biasa-biasa saja bila diceritakan ke orang yang satu dengan yang lainnya, tapi cerita ini kutulis dengan air mata yang tak kunjung berhenti mengalir membasahi kertas di bawah tanganku. Entah sudah berapa lembar kertas yang basah lalu kubuang ketika kutumpahkan kisah ini. Entah dengan dasar apa, hati ini bisa mendadak terluka dan sakit rasanya ketika kalimat-kalimat yang kurasa menyakitkan terucap dari bibir seorang yang begitu aku kasihi. Ia, kusebut demikian Ia yang menjadi dan hampir setiap waktu memenuhi isi kepalaku, Ia yang menjejali hatiku dengan rindu tak berkesudahan, Ia, yang kusebut di tiap doa-doaku, Ia, jawaban atas harapan-harapan masa depanku. Menyakitkan? Sebegitu menyakitkankah? Aku tak tahu menahu dan aku bukan ahlinya dalam hal ini. Aku tak pandai menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi. Bicara soal menyakitkan, terutama menyakitkan hati, mungkinkah Ia rajanya? Mungkin benar dan mungkin juga sa...