Surat Cinta Untuk Aam
"Hai."
"Apa kabar, Am?"
"Apa kabar, Am?"
Mungkin terdengar lucu sapaan yang baru saja aku tulis.
Aku terlalu gugup mengungkapkan segala rasa bahagia ini.
Sudah sejak lama menantikan saat-saat di mana aku bisa dengan sangat leluasa menuliskan beberapa kalimat yang sepertinya sedikit kaku untuk dibaca ataupun didengar olehmu.
Aku terlalu gugup mengungkapkan segala rasa bahagia ini.
Sudah sejak lama menantikan saat-saat di mana aku bisa dengan sangat leluasa menuliskan beberapa kalimat yang sepertinya sedikit kaku untuk dibaca ataupun didengar olehmu.
Entah sejak kapan aku mengagumi sosok menawan yang kutulis ini.
Arham Arsalan, begitu namanya.
Arham Arsalan, begitu namanya.
Lelaki yang menurutku begitu lucu dengan caranya sendiri. Menggoda dengan tulisan-tulisan yang membuatku terpingkal-pingkal.
"Ah, lucu sekali lelaki ini."
Gumamku sambil memandangi avatar twitter @arhamrsalan.
Gumamku sambil memandangi avatar twitter @arhamrsalan.
Begitu menyenangkannya hampir di sela waktu yang kupunya, kusempatkan membaca kalimat-kalimat lucu yang kautulis. Walaupun aku tahu, aku hanya sebagian kecil pengagum rahasia dari berjuta-juta pengagummu di luar sana.
Ingin rasanya, kubunuh jarak di antara kita lalu kita dipertemukan dalam satu tempat. Sekedar untuk berbincang-bincang, mendengar segala hal-hal lucu darimu, dan menghabiskan waktu seharian.
Semoga ini tak hanya jadi mimpi belaka.
Tertanda,
Pengagum kelucuanmu sepanjang masa.
Komentar
Posting Komentar