Jika Aku Tak (Lagi) Sabar Denganmu
Jika aku tak (lagi) sabar denganmu. Apa aku harus meninggalkanmu? Meninggalkan bermacam kenangan di antara kita, yang terlanjur sudah kita rajut sejauh ini. Langkah demi langkah telah kita rengkuh dan lewati bersama dari awal pertemuan kita dahulu. Apakah kamu masih ingat, Sayang? Waktu di mana Tuhan menuliskan secarik takdirNya dengan pena kesayanganNya bahwa aku dan kamu dipertemukan dengan begitu indahnya. Tanpa ada seorang yang menjadi perantara. Hanya kita. Tahun Pertama Aku mencoba menyelamimu, menyelami kita. Mencoba untuk berbagi kasih dan sayang bersama denganmu. Awal yang begitu sederhana. Sesederhana daun yang jatuh dari tangkainya sebab tertiup angin. Sabar dan bertahan sudah tentu menjadi jimat yang selalu aku genggam kemanapun aku pergi. Entah saat denganmu ataupun tak sedang denganmu. Aku terus mencoba untuk menikmati keadaan ini. Menikmati mencintaimu, dengan caraku sendiri, dengan lebih dalam lagi, dan terus sampai entah sejauh mana aku bi...