Menunggu Rindu
Demi malam di balik jendela
Kutitipkan rindu yang entah berapa jumlahnya sudah berjubel ria dalam dada
"Hati-hati ya." Pesanku kepada angin.
Angin kemudian berlalu
Membawa titipan rinduku
"Baiklah, tunggulah di sini jangan kemana-mana." Pungkas angin
Jam menari-nari bersama waktu
Hingga detik jarumnya terhenti sendiri
Kalender baru mendadak usang
Rinduku tak kunjung datang
Aku sejenak mundur ke belakang lalu pergi ke dapur
Menyiapkan bahan-bahan yang kemudian kuracik bersama bumbu-bumbu
Bumbu-bumbu itu bernama harapan
Kutuang kedalam tungku lalu kuramu menjadi satu
Harapan demi harapan sudah berkumpul
Siap untuk kusajikan di meja perasaan
Wahai rindu, kemari dan ciciplah..
Komentar
Posting Komentar