Kau bilang
Kau bilang
Aku ini butiran pilu yang mengendap di sela-sela nadimu
Mengalir bersama aliran darah di setiap akar syaraf rongga tubuh
Berpacu dengan deru nafas yang selalu kau hembuskan
Kau lalu bilang
Aku bagai nyanyian usang yang terkurung dalam jurang pikiranmu
Berirama layaknya elegi masa lalu
Lalu kaudiamkan membusuk dihinggapi rayap
Kau juga bilang
Aku seperti macetnya ibukota yang meracau di setiap pagimu
Lalu kau muak dan ingin pergi dari sana
Hingga akhirnya kau benar-benar pergi dan menciptakan sebuah bias yang mengeras di dasar hatimu
Bias itu aku
Bias yang bersemayam lalu menjadi bangkai di kepalamu
Komentar
Posting Komentar