Terbata

Terbata
Ku bisu akan kata-kata
Mata seraya buta

Kau bagai sebuah kata
Yang kurangkai sambil terbata-bata
Memejam lalu membutakan mata

Padang ilalang
Kupetik pada sebuah ladang
Lepas dan berlalu bersama kenangan

Kau ini serupa ladang
Yang kutanami alang-alang
Mati lalu terkenang

Mataku nyalang
Tersesat bersama kata-kata

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Cinta Untuk Aam

Apa Pedulimu?

Apa Kamu (Masih) Merindukanku?