Aku dan Maaf-maafku

Maaf

Untukmu yang terlalu banyak kusebut di setiap doa hari-hariku
Untukmu yang selalu hadir di seluruh laci pikiranku
Untukmu yang suka datang bersama rindu di dadaku
Untukmu yang seringkali jadi alasan di tiap hujan mataku

Untukmu yang datang dalam damai di tiap mimpi-mimpiku
Untukmu yang hinggap sejenak, pergi, lalu kembali dalam hidupku

Ijinkan aku untuk bertahan, Untukmu




Tertanda,
Aku, beserta maaf-maafku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Cinta Untuk Aam

Apa Pedulimu?

Apa Kamu (Masih) Merindukanku?