SELVIANA

Perempuanku, SELVIANA

Di kala perjalananku menjemput kenangan

Aku pun menuliskan kutipan tentangmu yang sengaja sudah kulekat kuat dalam sebuah ingatan manis


Sinar pagi pukul tujuh mengendus dari balik pepohonan
Elegi masa lalu tentangmu telah mengikat kuat dalam kepalaku
Lalu lalang segala hati di perjalananku hanya bisa bersaksi bahwa kita adalah satu
Venus sudah setuju dan berlalu dengan senyuman terindahnya
Ijinkan aku mengucap sebuah doa dan janji kepadamu
Aku bernafas dengan sisa-sisa udara dan menahan segala debar di dadaku 
Namamu telah kusematkan di ujung musim yang kupunya
Aku ingin kita menikah


Salam,
Yang Kamu Rindukan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Cinta Untuk Aam

Apa Pedulimu?

Apa Kamu (Masih) Merindukanku?