Matahari

Kepada musim di mana hangat berkuasa tak kenal lelah

Diriku kini sedang hidup sebagai matahari
Kekal sendiri di pagi hari
Menyinari segala hal yang kusenangi pun kubenci
Angin dan awan hanya lalu lalang silih berganti tanpa menemani

Aku suka berkeliling menyusuri pagi
Bermain sebentar dengan anak-anak angin di sekitarku
Lalu pergi menuju siang di tengah hari
Dan ku akhiri dengan menjemput bulan di ujung senja

Kuhampiri bulan yang sedang cekikikan bersama seorang bernama bintang

Aku cemburu kepada bulan
Mengapa Ia selalu datang berdua
Mereka suka berbagi canda tawa semalaman
Beda denganku yang lebih banyak sendirian

Tapi aku terlalu mencintai pagi
Bulan dan bintang mudah berlalu begitu saja
Kini kusambut kembali pagi kesayanganku
Hanya Ia yang setia kepadaku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Cinta Untuk Aam

Apa Pedulimu?

Apa Kamu (Masih) Merindukanku?