Hati yang Didustakan

Batin ini seperti sengaja menenggelamkanku
Ke dalam riuh dusta yang telah kau ciptakan
Dustamu sudah terlanjur mencanduiku
Yang tiap detiknya kunikmati bersama sepi

Tersiksa dengan segala langkah yang kulalui
Aku berusaha duduk di tepian bayanganmu
Tapi aku bagai duduk di atas duri
Duri di sela-sela keraguan

Kini aku ada di atas angin
Mencari kehadiranmu yang tak kunjung ada
Keluh kesah sudah jadi konsumsiku seharian ini
Aku sudah ada di ujung dustamu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Cinta Untuk Aam

Apa Pedulimu?

Apa Kamu (Masih) Merindukanku?