Dikejar Rindu

Silau mentari memecah pagi
Mengetuk pintu kecil bola mataku
Mengusik rasa nyaman di atas pembaringan
Aku terkesiap

Ingatan kepala menyengaja hadir
Memaksaku untuk kembali menyibaknya
Ku tepis dengan segala takut
Takut akan sebuah kerinduan yang tamak

Kini rindu sudah berkuasa
Keraguan pun membalutnya
Ragu ini dirimu
Yang seenaknya datang lalu pergi
Kini kembali sesuka hati
Meminta rindu yang sudah padam

Aku tak ingin berbagi rindu
Denganmu yang sudah mati

Rinduku kini miliknya
Takkan ku biarkan kau merebutnya

Ujung rinduku kini nyeri memikul perih
Tertahan waktu dan sesak menyelimuti
Ku panggil hatimu yang kian jauh
Dalam sekejap hilang ditelan mati

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Cinta Untuk Aam

Apa Pedulimu?

Apa Kamu (Masih) Merindukanku?