Diam
Aku bagaikan sebuah lampu kota di jalanan
Berdiam di jajaran keramaian
Sendirian memainkan peran
Hingar bingar kota tetap saja asing di kepalaku
Mereka lebih mirip sepi yang abadi
Dengan susah payah kuguratkan sebuah senyum paling manis di hidupku
Tapi justru segala paksa hadir mengelilingi
Aku memang payah
Lelah dan juga kalah
Badanku terlalu rapuh untuk bangkit
Kuteriaki semua orang yang lalu lalang di hadapanku
Kumaki semuanya tanpa terkecuali
Aku seperti hitam dalam pejam
Diam lalu bersemayam
Kepada malam yang tak kunjung padam
Diriku kini hanya bisa memberi salam
Dengan berselimutkan kelam
Lalu terlelap bersama suram
Komentar
Posting Komentar