Segala angin yang meniupkan kebahagiaan
Selewat senja yang menggetarkan lamunan
Demi sore yang aku kagumi
Aku bersumpah dalam hening
Mengurai rasa di bawah Sang Maha Jingga
"Hai." "Apa kabar, Am?" Mungkin terdengar lucu sapaan yang baru saja aku tulis. Aku terlalu gugup mengungkapkan segala rasa bahagia ini. Sudah sejak lama menantikan saat-saat di mana aku bisa dengan sangat leluasa menuliskan beberapa kalimat yang sepertinya sedikit kaku untuk dibaca ataupun didengar olehmu. Entah sejak kapan aku mengagumi sosok menawan yang kutulis ini. Arham Arsalan, begitu namanya. Lelaki yang menurutku begitu lucu dengan caranya sendiri. Menggoda dengan tulisan-tulisan yang membuatku terpingkal-pingkal. "Ah, lucu sekali lelaki ini." Gumamku sambil memandangi avatar twitter @arhamrsalan. Begitu menyenangkannya hampir di sela waktu yang kupunya, kusempatkan membaca kalimat-kalimat lucu yang kautulis. Walaupun aku tahu, aku hanya sebagian kecil pengagum rahasia dari berjuta-juta pengagummu di luar sana. Ingin rasanya, kubunuh jarak di antara kita lalu kita dipertemukan dalam satu tempat. Sekedar untuk berbincang-bi...
Apa pedulimu jika rasa yang indah itu datang tiba-tiba Kamu mau senang? Bahagia? Gembira? Tertawa? Atau justru sedih? Murung? Gelisah? Menangis? Apa pedulimu jika rasa yang indah itu telah jatuh ke relung hati paling dalam Kamu mau menampiknya? Menolaknya? Mengabaikannya? Hati sudah aku jatuhkan Kepada yang satu ini Satu-satunya dan tak ada dua Tapi.. apa pedulimu? Pada perasaan yang hanya aku saja yang merasakannya, hanya aku yang menikmatinya, dan kamu tidak Kamu tak peduli Kamu hanya bisa diam Diam sendiri seperti mati Mati bersama rasa Rasa ketidak-sukaanmu terhadapku
Untuk kamu yang aku sayang. Sayang, Apa kamu suka diam-diam memikirkanku? Mengingat-ingat kekonyolan yang aku perbuat padamu. Sayang, Apa kamu masih suka senyam-senyum ketika aku melemparkan lawakan-lawakan kecil di sela obrolan kita di WhatsApp? Sayang, Apa kamu masih sering gemetar dan malu-malu ketika kamu mencoba mengenggam erat tanganku di keramaian? Sayang, Apa degup jantungmu sekarang masih sama seperti awal kisah kita dahulu? Sayang, Apa kamu (masih) merindukanku?
Komentar
Posting Komentar