Kurang Apalagi Kita Ini?

Ketika pagi merindukan senyuman
Mentari lah pemilik senyum terindah itu
Begitu pun malam yang merindukan canda tawa
Bulan dan bintang lah pemenangnya

Suara nyaring terdengar dari balik senja
Riuhnya memenuhi rongga telinga
Mengusik nadiku yang masih berdenyut mesra
Mesra seperti Desember dan hujan

Di saat yang sama, aku tak ingin melewatkan pelangi di ujung senja
Menantimu di depan pintu
Memelukmu seusai kesibukan mendera
Mengecup di tiap sebelum dan sesudah lelap memayungi kita

Aku ingin mendekapmu setiap hari
Sepanjang musim dan selama bulan yang kita lalui
Tertawa dengan damai
Mengusir kegundahan dalam hati

Tetiba manja matamu memecah keheningan
Menggoda, membuyarkan lamunan.
Menarik bibir menggenggam tangan
Hangat penuh rayuan

Rayuan manis membius bilik-bilik hati
Memulas senyum penuh bahagia
Peluh menetes tanpa keluh
Bahagia kita tergambar jelas

Kurang apalagi kita ini?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Cinta Untuk Aam

Apa Pedulimu?

Apa Kamu (Masih) Merindukanku?