Kepalan Rindu

Aku masih saja duduk terdiam
Memandangi senja yang kini telah berganti malam
Pikiranku sekejap menyelam
Memberi salam pada ruang-ruang kosong di relungku

Aku tersesat di dalamnya
Dihimpit rindu dari berbagai penjuru
Mengunci rapat kaki
Mematikan hati

Rindumu begitu teganya menjamahiku
Melesakkan peluru terkuatnya
Menusuk jantung

Sesaat ku terdiam
Merenung, meratapi yang telah terjadi

Aku perlahan lupa
Ku coba merogoh sebagian rindu yang tersisa dalam saku perasaanku
Rindumu ternyata tinggal segenggam
Lalu ku buat menjadi kepalan

Kepalan ini siap untuk meninjumu
Bersiaplah!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Cinta Untuk Aam

Apa Pedulimu?

Apa Kamu (Masih) Merindukanku?