Baru kali ini aku melihat orang sebahagia itu dengan senja di depan matanya. Aku hanya terpaku, dengan segala heran yang kupunya. Perempuan sore, aku menyebutnya demikian. Untuk pertama kalinya, aku bertemu dengannya dalam perjalanan menuju rumah orang tuaku. Perempuan itu duduk termenung di balik jendela salah satu ruangan di rumahnya. Ruangan itu ada di lantai dua. Secara tak sengaja, ketika aku hendak ke rumah orang tuaku, aku mendapatinya melamun. Entah dia melamun karena memikirkan hal berat di dadanya atau hanya sekedar memandangi senja di depan matanya. Pandangan matanya mencuri perhatianku. Dari sekian perempuan yang aku jumpai di perjalananku selama ini, baru kali ini debaran aneh itu lahir di saat aku melihat matanya walaupun dari jauh. Aku ingin memanggilnya dengan alasan menanyakan alamat yang sedang kucari. Padahal sebenarnya aku penasaran dengan sosoknya. "Mbak, permisi, mau menanyakan alamat. Apakah bisa ditunjukkan?" Tanyaku sambil mendongakkan kepa...