Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2013

Kenangan

Kilau keemasan muncul dari daun sebuah pohon Daun yang dulunya hijau tua Kini berwarna kuning menuju kering Lalu hancur dimakan masa Sama seperti kenangan yang kau tuliskan Yang kini telah menjadi sebuah buku Dimana tiap kali aku membacanya, aku selalu ingat namamu Buku itu berwarna-warni Serupa pelangi dengan jutaan warna didalamnya Merah jingga kuning hijau biru nila ungu dan juga lainnya Buku itu nampak manis sekali Pikirku, jika aku lengkapi dengan pembatas buku berwarna putih dan hitam Maka akan terlihat semakin manis dan lengkap oleh segala warna Namun, pembatas buku itu perlahan membunuhku Menghisap segala ingatan tentangmu Menghapus warna-warni kenangan kita Aku menyesal Kini hanya tersisa gerimis dalam dada Yang sudah habis ditelan musim Tapi aku masih menyimpan buku itu di laci kepalaku Agar kelak ingin kau buka dan kau baca lagi

Huruf

Namamu itu huruf Yang terangkai apik menarik mata Memesona bibir ini untuk mengejanya Mengikat kuat dalam dada Huruf itu berlanjut menjadi sebuah nama Nama indah yang diluncurkan Tuhan Sebagai hadiah selamat pagi untukku Biru serupa langit di atas samudera Nama berwujud rupa Hinggap dan terbang dengan sesuka hati Kepalaku penuh oleh riuhnya Riuh yang lebih hebat dari hujan di bulan Januari Kamu, mereka menyebutnya Huruf yang berisik di telingaku Menawarkan diri mereguk cinta Dengan sejuta musim di dalamnya

Terjaga

Tengah malam sudah beranjak dari sepuluh menit yang lalu Bulan semakin meninggi Berjalan perlahan mengitari bumi Bintang pun setia menemani Mata ini belum bisa memejam Masih sibuk memandangi jam Dengan segala pekatnya malam Padahal angin sudah memberi salam Bantal dan selimut sudah tersedia Tak maukah kau segera membaringkan diri? Terlelap dengan kegembiraan Jauh dari gundah dan gelisah Ayolah segera tidur Dengan sedikit mendengkur Berbahagialah Ini akan menjadi hari kemarin