Kenangan
Kilau keemasan muncul dari daun sebuah pohon Daun yang dulunya hijau tua Kini berwarna kuning menuju kering Lalu hancur dimakan masa Sama seperti kenangan yang kau tuliskan Yang kini telah menjadi sebuah buku Dimana tiap kali aku membacanya, aku selalu ingat namamu Buku itu berwarna-warni Serupa pelangi dengan jutaan warna didalamnya Merah jingga kuning hijau biru nila ungu dan juga lainnya Buku itu nampak manis sekali Pikirku, jika aku lengkapi dengan pembatas buku berwarna putih dan hitam Maka akan terlihat semakin manis dan lengkap oleh segala warna Namun, pembatas buku itu perlahan membunuhku Menghisap segala ingatan tentangmu Menghapus warna-warni kenangan kita Aku menyesal Kini hanya tersisa gerimis dalam dada Yang sudah habis ditelan musim Tapi aku masih menyimpan buku itu di laci kepalaku Agar kelak ingin kau buka dan kau baca lagi