Terlanjur

Keterlanjuranku mencintaimu
Membunuh dada sebelah kananku
Mataku penuh dengan tetesan sayang
Aku terpelanting

Tanpa terasa aku pun menyiksa diri
Memenuhi rongga batinku dengan segala teriakan
Aku ingin melemparkan diri ke hadapanmu
Menjadikanku pusat perhatianmu

Dengan segala tenaga yang masih melekat di tubuhku
Aku merangkak menuju tanah hatimu
Aku pun terjatuh

Aku sebenarnya rindu
Rindu yang teramat sangat
Tapi rindu itu tertelan hidup-hidup
Lalu mati dalam kenangan
Aku merelakanmu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Cinta Untuk Aam

Apa Pedulimu?

Apa Kamu (Masih) Merindukanku?