Musim

Sepoi angin membelai
Hawa panas menyembul dari balik awan
Berarak melintasi semesta
Cair bersama hujan
Berakhir dengan rimunan senja

Musim pun berganti menjadi riuh yang hadir dari kerumunan burung di udara
Menapaki sebagian surga yang ada dalam hingar bingar semesta

Alam pun berbisik
Berisik
Namun sangat asyik
Menelisik
Menari-nari dengan apik

Takut telah menyambut
Segala carut marut pun menuntut
Semakin ku larut dalam kalut

Musim mulai berganti lagi
Namun tanpa riuh
Sepi lalu sunyi
Dan senyap pun menyelinap dari dalam dadaku
Bersama rangkaian asa dan segala ego
Aku pergi..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Cinta Untuk Aam

Apa Pedulimu?

Apa Kamu (Masih) Merindukanku?