Hunjaman Pagi
Hawa dingin menyusup masuk
Gelitik kecil menari-nari
Rongga hidung menjadi penuh dengan udara
Oh.. Sembilan belas derajat celcius rupanya
Pagi sudah mulai ramai
Ramai dengan segala teriakan dan riuhan yang datang menghunjam
Dan aku pun masih terhanyut dalam lamunan
Hunjaman pagi menyadarkanku
Aku terbelalak
Menyaksikan segala kenangan yang telah meraksasa di benakku
Aku mencoba enyah
Pikiranku semakin berkuasa
Paku kepahitan menancap kuat di dinding hatiku
Bayangmu mengunci setiap sudut ruang dimana aku bergerak
Aku meronta-ronta
Aku coba memejam
Namun tak membantu
Aku terkoyak dan mengepul seperti asap
Lepas lalu terhempas
Komentar
Posting Komentar