Akulah Gerimis

Akulah gerimis
Berwujud bulir-bulir
Yang menunjamimu dengan hati-hati, namun menyakitkan

Akulah gerimis
Yang berubah jadi hujan
Perlahan membanjiri tanah dimana engkau menancapkan kenangan masa silam

Akulah gerimis
Yang kecil dan penuh riuh, dikala keheningan dan sepi telah merajai tanah hatimu

Akulah gerimis
Yang nantinya akan selalu dirindukan pelangi
Pelangi yang terjebak dalam damainya sang mentari

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Cinta Untuk Aam

Apa Pedulimu?

Apa Kamu (Masih) Merindukanku?