Pada Akhirnya

Dulu aku pernah sendiri
Menyusuri hari-hari bersama sepi
Tapi aku tak ingin sepi menguasai diri
Dan aku pun beranjak pergi

Ku buka lembaran baru
Dengan sejuta senyum mengembang di bibirku
Menikmati segala hari baru di depanku
Lalu ku diam-diam mulai terpaku

Kau datang membawa sepercik harapan
Harapan yang selama ini aku minta kepada Tuhan
Tuhan memang Maha Pemberi Jawaban

Kau memberiku perhatian
Perhatian yang selama ini ku rindukan
Kau menawarkan segala hal manis kepadaku
Yang membuatku lupa akan hal pahit di luar sana

Kau sodori segala hal yang membuatku tertawa
Memberi semua pelukmu disaat sedih mulai meraja
Belaianmu yang selalu ku damba
Dan ternyata.. Itu hanya sekejap mata

Kini aku mulai mengerti
Bahkan sangat mengerti
Lebih dari sekedar pengertianmu selama ini

Pada akhirnya, yang selama ini kau inginkan bukan aku
Bukan parasku
Bukan pula hadirku

Kau tidak jatuh cinta kepadaku
Apalagi menjadikanku sebagai pujaanmu
Kau hanya seorang penjelajah hati berhati nol
Dasar kau pemberi harap!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Cinta Untuk Aam

Apa Pedulimu?

Apa Kamu (Masih) Merindukanku?