Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2013

Menunggu Kamu

Dengan bertopang dagu aku memandang jauh ke luar jendela Termenung, lalu ku mulai menghitung detik jam di tangan Ku tunggu sampai menunjuk angka 7 Kita berjanji untuk saling menyapa malam ini Angka 7 terasa lama Padahal senja sudah usai sejak tadi Lebih baik aku membunuh waktu Ku balikkan badanku Berlari menuju cermin Ku pandangi dari ujung rambut hingga ujung kaki Lalu ku dekatkan wajahku Mata ini sudah siap memandangimu dengan baik nanti Menunggu kamu itu menyenangkan juga menenangkan Ku mulai bersiap Ku rapikan lagi pakaian indah di badanku Ku poles lagi bibirku dengan gincu pemberianmu Penantianku berakhir sudah Yang ku rindukan kini tiba Aku tak lagi menunggu

Pintaku Kepada Tuhan

Menjalani hari-hariku bersamamu Dengan berjuta-juta, bermilyar-milyar, bertrilyun-trilyun rasa yang ada dalam hati Rasa dimana aku sangat menikmati kesenanganku Di sampingmu, Di dalam relung hatimu, Di setiap nafas yang kau hembuskan Dengan hati bahagia dan senyum yang mengembang di setiap waktuku Berhias pelukan dan dekapanmu di setiap rinduku Nama kita sudah ku siapkan di ujung senja Agar kita bisa melihatnya bersama-sama Pintaku kepada Tuhan Agar selalu ada bahagia di setiap hariku, harimu, hatikita Aku tak ingin ada jeda di antara kita Spasi dan koma pun aku tak mau Bersama dalam lapar dahaga kehidupan Mengejar cita-cita dan ingin kita Bersama-sama dalam segalanya Bersamamu

Pada Akhirnya

Dulu aku pernah sendiri Menyusuri hari-hari bersama sepi Tapi aku tak ingin sepi menguasai diri Dan aku pun beranjak pergi Ku buka lembaran baru Dengan sejuta senyum mengembang di bibirku Menikmati segala hari baru di depanku Lalu ku diam-diam mulai terpaku Kau datang membawa sepercik harapan Harapan yang selama ini aku minta kepada Tuhan Tuhan memang Maha Pemberi Jawaban Kau memberiku perhatian Perhatian yang selama ini ku rindukan Kau menawarkan segala hal manis kepadaku Yang membuatku lupa akan hal pahit di luar sana Kau sodori segala hal yang membuatku tertawa Memberi semua pelukmu disaat sedih mulai meraja Belaianmu yang selalu ku damba Dan ternyata.. Itu hanya sekejap mata Kini aku mulai mengerti Bahkan sangat mengerti Lebih dari sekedar pengertianmu selama ini Pada akhirnya, yang selama ini kau inginkan bukan aku Bukan parasku Bukan pula hadirku Kau tidak jatuh cinta kepadaku Apalagi menjadikanku sebagai pujaanmu Kau hanya seorang penjelajah hat...