Manusia (Tak) Sempurna

Kamu memang manusia sempurna
Oh tidak.. tidak..
Kamu belum akan sempurna jika..


Jika belum ada aku di sampingmu

Jika belum ada jemariku yang kau genggam di saat merindu
Jika belum ada dekapanku yang menghangatkan punggungmu
Jika belum ada kecupan hangat di kedua pipi lembutmu
Jika belum ada aku di setiap hela nafasmu


Sempurna itu tak bisa sendiri

Sempurna tercipta jika ada pelengkapnya
Dan pelengkap kamu itu aku
Dan pelengkapku ya pasti kamu


Aku dan Kamu

Yang dulunya dipisahkan oleh jarak
Kini telah bersatu dalam ruang bernama waktu


Dan ternyata waktu lebih kejam daripada jarak

Menunggu waktu itu menjemukan
Tak seperti jarak, yang masih mau berbaik hati memberikan ruangnya kepadaku walaupun sekedar untuk bertegur sapa denganmu
Ah tak apa..


Waktu memang menjengkelkan

Sama menjengkelkannya dengan kamu
Yang terkadang memberi semburat pilu di setiap inginku bertemu denganmu


Tapi aku bersyukur

Di setiap waktu ku, ada sosokmu yang membuat rindu
Bukan sekedar bayangan tapi memang benar-benar parasmu


Jarak sudah terlalu banyak mengajariku bagaimana cara mencintaimu dengan baik

Jarak menghargai waktu dan dari situ aku bisa mengerti
Mengerti betapa rindu itu mahal
Aku pun mencoba menghargai setiap rinduku kepadamu


Terimakasih jarak.. Terimakasih waktu..

Berkatmu, aku telah menemukan manusia sempurna
Manusia sempurna yang bergelar satu
Aku dan Kamu
Kita

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Cinta Untuk Aam

Apa Pedulimu?

Apa Kamu (Masih) Merindukanku?