Adu Nasib



Aku berjalan menyusuri hari-hariku
Setapak demi setapak
Ku biarkan kakiku menuntun kemana aku melangkah
Entah menuju pagi, senja, malam, ataukah menujumu?

Kita dipisahkan oleh sekat yang tak terlihat
Namun hanya berjarak kepala dan leher
Saling terikat waktu

Aku dan Kamu mengadu nasib
Bercanda dalam tawa
Bergumul dengan kesetiaan
Demi satu kesatuan
Kita

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Cinta Untuk Aam

Apa Pedulimu?

Apa Kamu (Masih) Merindukanku?